Tuesday, May 22, 2012

23?

dua minggu itu berlalu. aku masih ingat ketika kamu berkata bahwa saat kamu kembali kamu akan memeluk ku. aku masih ingat juga saat kamu pergi dan berkata "percayalah." semua itu, harusnya aku rasakan pada hari esok atau mungkin lusa. tapi, sekarang kamu lihat kan hasilnya? apa yang ku dapat? hanya rasa takut. bukan takut karna kamu. tapi aku takut saat kamu kembali, aku akan luluh kembali. aku kembali mencintaimu. aku tidak mau.

aku memang merindukan mu. itu bodohnya aku. kadang, aku berharap pada tuhan untuk selalu mengabulkan semua doa ku. salah satu nya ialah berharap bahwa kamu masih mencintaiku. harapan percuma bukan? aku tertawa sambil mengusap air mata, semua yang kuinginkan tidak akan terkabul. kalaupun terkabul, itu semua sia-sia. karna aku sudah memulai hari tanpa mu, tanpa mencintaimu. jadi, aku sudah mulai terbiasa.

seorang lelaki muda datang dalam hariku, seakan menggantikan posisi mu. cara ia mengucapkan selamat malam dan rajin mendorong ku untuk tetap kuat, aku berterima kasih pada nya. kamu tidak mengenal nya. aku pun tidak mengira bahwa ia datang disaat aku benar-benar membutuhkan perhatian. aku tidak menyayangi nya, apalagi mencintai nya. kadang memang, ada luka yang tidak bisa terhapus dan orang yang tidak bisa tergantikan. karna mu lah, aku diam disini. aku takut jatuh, lagi. kini, aku berusaha agar hatiku kebal. kebal dalam arti tidak mudah di rayu dan tidak ingin mencintai, untuk saat ini.

kamu benar-benar sudah menggantikan aku dengan yang lain. benar-benar melupakan semua yang pernah kita lalui. janji mu, rencana kita, kenangan berdua semua nya disatukan ibarat buku tebal. tapi kini yang tertinggal hanyalah serpihan air mata yang kian membasahi buku itu. apa yang terjadi? tentu saja, buku itu lumer dibasahi air asin. tanda bahwa aku harus memulai lagi. memulai cerita baru dengan lingkungan baru dan orang baru. tapi, aku belum bisa. karna kamu membuatku mati rasa.

terimakasih atas semua nya, sayang. aku juga pasti punya salah, jadi apa alasan ku jika aku tidak memaafkanmu? dulu, mencintaimu itu hal yang indah. hal yang utuh. tapi kini, mencintaimu seakan aku terjerat dalam tali besar. diikat kuat lalu di jatuhkan. sakit. aku tau, kamu tidak ingin kalau aku masih mencintaimu. aku akan pergi dari dunia mu dan mencoba untuk menghilangkan rasa ini. aku sedang dalam proses, bersabarlah sep.

No comments:

Post a Comment