dalam hati ku berisak keras enyahlah, lelaki muda.
aku sangat takut saat kau berteriak memanggil dengan sebutan Andreaaa
iya, sebutan itu asing di telinga ku. tidak banyak yang memanggilku dengan sebutan itu.
ketika aku pergi jauh, anggaplah ketika aku ke jakarta
dengan rasa takut tapi tenang kau membiarkan pesawat itu terbang membawaku
sesampainya disana, tidak lelah kau mengabari dan bertanya keberadaanku saat itu
begitu menonjol karakter merindu pada dirimu saat kau mulai menggambarkan gambar-gambar
asing tentang diriku
saat kau mulai memotret semua sudut kamarmu
saat kau mulai memotret dirimu
lalu mengirimkan semua hasil itu dengan cepat ke telefon genggam ku
tidak lelah kau mengejarku, meskipun aku lari kencang bagai angin yang berhembus
tidak lelah kau berkata bahwa kau mencintaiku sekaligus menyayangiku
tidak lelah kau berkata aku merindukanmu, sayang
kau tidak pernah absen dalam benakku, karna kau ada di manapun aku berada
aku selalu merasakan itu. karna kau selalu ada.
tapi kini, justru aku yang melakukan hampir dari semua hal itu.
ya, tanpa sadar aku menyadari bahwa aku dan kamu berubah.
diriku kian menjadi lebih bejat tapi selalu luluh.
dirimu semakin dewasa dan tidak pernah lagi menunjukan kesedihan itu.
sebagian diriku telah kau tanam dengan kasih sayang mu, sehingga begitu takut aku jika suatu saat kau menghilang. jika kau berkata suatu hal yang tidak ku inginkan itu terdengar. iya, takut.
bagaimana dengan dirimu? apakah merasakan hal yang sama? entahlah.
No comments:
Post a Comment