Wednesday, February 15, 2012

Rindu ku

hampir setiap pagi ku buka jendela kotak di samping ku. ku hirup udara pagi dan menutup jendela itu kembali jika aku sudah puas dengan embun yang tersisa di sisi-sisi jendela lalu mulai melakukan aktivitas lain sebelum berangkat meninggalkan rumah. tetapi, pagi ini aku membiarkan jendela itu terbuka. karna, kamar ku pun membutuhkan udara segar. ku langkah kan kaki ku. ku pijakan kan kaki ku di setiap lantai yang kian berdebu. dan aku sudah siap berangkat.

pagi ini, ayah mengantarku pergi ke sekolah dengan sepuntung rokok di tangan kanan dan menyetir mobil dengan tangan kiri. udara pagi yang harus nya segar, ternyata lenyap hanya karna asap rokok. ku lirikan mata ku sekilas ke salah satu halte bis saat mobil kami berhenti. kalian tau apa yang aku lihat? seorang ibu yang sedang menunggu bis sekolah untuk membawa anak nya menuntut ilmu. satu pikiran pagi tadi, aku rindu ibuku.

ketika kami masih tinggal bersama, udara pagi begitu segar. tidak ada yang nama nya asap rokok. lantai pun bersih, tidak ada yang berdebu. dan jiwa pun terisi oleh nya, tidak seperti sekarang. tidak pagi, tidak malam, jiwa ini hampa. karna, aku merindukan nya. ibu, aku rindu.

No comments:

Post a Comment